Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

Sunday, 27 October 2013

Sisa Hujan Semalam

Bedugul, 27 Oktober 2013

Hujan telah membangunkan bunga-bunga untuk mekar.
Melarutkan debu-debu dalam belaian embun.
Menyisakan halaman yang ranum oleh aroma tanah.
Bunga-bunga merah merona ini
menebar harum di basahnya embun
dan sisa-sisa hujan semalam.


Bedugul, 27 Oktober 2013
Hanifah Alshofa Nurul Aini

Thursday, 17 October 2013

Ocehku tentang Alam

Kebun Raya Bali (Bedugul), 21 Juni 2013
Aku ingin berteriak
Menyuarakan resah penuh murka sang mentari
Mengungkap rintih rindu hujan pada tanah
Memahami isak tangis alam yang memekik, kian meronta
Merampas alam yang asri
Mengancam hidup budak Ilahi

Gelisah gunung bertanya
Pada riak kecil air sungai
Yang menari tanpa ikan menemani
Entahlah, ke mana mereka pergi
Bersembunyi atau bimbang kawannya telah hilang
Terperangkap di dalam limbah yang menelaga
Mati

Wahai yang hati dan matanya tertutup
Yang tanggungjawabnya hilang ditelan ego
Sadarilah imbas kepuasanmu
Tiada ketenangan, tiada damai
Alam ini hanya pinjaman
Atau sudah menjadi hukum alam?
Yang meminjam lupa mengembalikan


Sumedang, 17 Oktober 2013
Hanifah Alshofa Nurul Aini

Friday, 28 June 2013

Pelayaran

Pantai Sanur, 28 Juni 2013
Termenung tentang hati,
tentang hidup,
dan tentang kapal ini. 
Aku telah jauh berlayar 
menuju tujuan yg masih terselubung kabut.
Telah banyak pula pantai-pantai indah yg aku lewati begitu saja. 
Apakah mimpiku ini terlalu besar? 
Waktu tak pernah memberi jawaban tentang pertemuan kelak.
Karena semuanya bisu. 
Kecuali senandung ombak rindu.


Denpasar, 28 Juni 2013
Hanifah Alshofa Nurul Aini

Masih Tetap Indah

Pantai Sanur, 28 Juni 2013
Pagi itu menghadirkan rasa damai.
Bau embun yang senantiasa terhirup menyegarkan membasahi pasir pantai.
Walau mentari masih malu-malu menyapa,
membelai dedaunan pun tetap sama.
Indah, masih tetap indah.
Walau awan terlihat tak secerah seperti wajah yg tak terbungkus senyum. 
Indah, masih tetap indah. 
Dan senandung ombak rindu memecah sunyi,
melepas yg tak terucapkan dibawanya pergi.


Denpasar, 28 Juni 2013
Hanifah Alshofa Nurul Aini